Aku lanjutkan kembali bercerita, “Malam itu juga tanpa fikir panjang saya menghampiri Tere di kosannya. Saya ingin membantunya sebagai sahabat. Tidak banyak barang yang dibawa hanya tas berisi baju dan beberapa perlengkapan lain di tas satu lagi. Sisanya adalah barang-barang yang diberikan oleh Ari. Sepanjang perjalanan, Tere menangis tersedu. Saya pun ikut menjadi sendu. Ia mengadukan segala hal yang diterimanya hingga memutuskan untuk tidak lagi kembali pada pelukan pria itu. Tere berfikir sudah mulai jatuh cinta pada Ari, tetapi itu salah, pelarian tetaplah pelarian. Cinta tidak bisa tumbuh di atas kesalahan.” “Tere lalu meminta saya untuk membawa malamnya pergi. Ia memohon pada saya untuk menemaninya, kemanapun tanpa tujuan. Saya tidak punya pilihan, lagipula malam itu juga saya sedan

