“Kak Amira?” Perempuan ini menegakkan duduk dan memelankan suara. “Aku selama ini nunggu Kakak ngehubungin aku. Aku minta maaf …” “Boleh minta bantuan kamu?” tanyanya to the point dan terkesan memotong ucapan Karin. Wanita beranak satu ini mendengar kalau suara Amira di seberang sana seperti sedang menangis. “Saya … saya gak tahu lagi harus gimana.” Kali ini, isakan yang keluar dari mulut mantan calon istri Damar ini makin jelas. Karin gak salah duga, Amira memang sedang menangis. “B-boleh. Apa yang bisa Karin bantu, Kak?” Saya mau pinjam uang sama kamu. saya minta maaf kalau terkesan lancing dan gak tahu malu, tetapi saya memang benar-benar membutuhkannya sekarang.” “Berapa, Kak?” “Enam puluh lima juta,” lirihnya. Ada jeda dalam ucapan Amira, sebelum akhirnya wanita yang berumur sam

