“Kak, Karin boleh titip Adis? Aku mau ke kamar ibu buat ngomong sesuatu, jadi nanti Kakak duluan aja ke kamar,” kata perempuan yang ada di samping Damar. Keduanya sekarang sedang menunggu lift untuk membawa mereka naik ke lantai di mana mereka menginap. “Apa yang mau kamu bicarakan dengan ibu?” Lelaki jangkung yang menggendong anak perempuan mereka, kini mengalihkan pandangan ke arah istrinya. Karin menggigit bibir bawah dan menggeser kedua bola mata ke kanan untuk mencari alasan, tetapi karena gak kunjung menemukan alasan yang bagus, jadi dia kembali menatap suaminya sambil nyengir. “Rahasia, dong! Cuma ibu yang boleh tahu,” sahutnya yang buat sang suami tersenyum satu sudut. “Saya antar sampai depan kamar ibu,” kata dia yang melangkah masuk ke lift bersama Karin. Anak perempuan lucu

