“Aliana sayang,” panggil Adam yang kini memasang wajah memelas. Mereka sekarang sedang duduk di samping gedung fakultas, tempat beberapa orang berlalu - lalang. “Jangan panggil sayang,” tandas Aliana cepat. Gadis itu menekuk bibirnya, memasang wajah cemberut karena sedari tadi Adam begitu ngotot ingin membawanya ke tempat yang lebih sepi. Tapi maaf saja, Aliana bukan cewek bodohh yang bisa terjatuh ke lubang yang sama. Ia tidak akan membiarkan Adam memiliki kesempatan untuk melakukan hal yang akan semakin membuat hancur masa depan kuliahnya. “Please, gue beneran butuh tempat yang lebih privasi dari ini,” bujuk Adam untuk kesekian kalinya. Aliana berdecak, menekuk kakinya dan meletakkan dagunya di sana. “Gue cape, pengin pulang,” ucap Aliana dengan embusan napas di akhir kalimatnya. A

