ADAM tidak dapat berhenti menekuk wajahnya. Beberapa kali lelaki itu menulikan telinganya dan berharap Aliana melupakan keinginannya untuk pulang. Yah, lelaki itu tentu saja tidak rela jika harus memulangkan cewek manis itu, terlebih mengingat bahwa semua kemodusannya gagal total, kecuali kecupan yang salah sasaran itu tentunya. “Dam,” panggil Aliana entah keberapa kalinya. Tampak jelas raut kesal di wajah Gadis itu, terlebih saat Adam masih enggan menolehkan wajahnya. “Wah, lampunya ada banyak!” sahut Adam yang mengabaikan panggilan Aliana. “Dam, Dam, duridam! Si m***m Adam.” “Kalo mati lampu, pasti gelap banget ya.” “Adam jelek, tukang modus!” “Dingin - dingin gini enaknya pelukan, nih.”

