“Bukan itu, Lan. Gue pasti ngelakuin itu, lo tenang aja. Gue bakal nagih jawaban lo. Gue janji kok, cuma…” “Cuma?” Aliana memancing Adam untuk segera mengatakan hal yang sepertinya sudah sangat membuat lelaki itu gelisah. Jujur saja, jantungnya juga jadi ikut berdegup cepat melihat ekspresi gundah di wajah Adam. “LDR, Lan. Kita belom ngerasain itu, kan?” “Em−emang lo mau pergi jauh?” tanya Aliana hati - hati. “Lusa, gue harus pergi ke Jogja.” Aliana membuka mulutnya, tapi ia sendiri bingung ingin berucap apa. Dalam hatinya, Gadis itu ingin sekali menahan Adam, tetapi ia belum memiliki hak untuk itu, kan? “Buat?” “Himpunan, gue dan dua temen gue harus ngehadirin pertemuan besar Himpunan Jurusan Sastra. Ketua gak bisa dateng, jadinya gue yang ngewakilin.” “Berapa lama?” tanya Alia

