Adam terdiam, menatap Aliana seolah ingin memerangkap sosok manis itu dalam ingatannya. Astaga, mengapa berat sekali meninggalkan Aliana, padahal kan ia hanya pergi untuk beberapa saat, bukan untuk selamanya. Adam menarik Aliana ke dalam peluknya, menciumi pucuk kepalanya dengan sayang. “Kalo kita ciuman di sini gimana, Lan?” “Mati aja sana!” “Ya ampun, galaknya…” Adam menghela napas sambil mengelus dadanya untuk mendramatisir keadaan. “Kalau gue tembak sekarang gimana? Kan romantis, riset membuktikan orang yang melamar kekasihnya di stasiun akan langgeng seumur hidup.” Tambah Adam yang terlihat membual. Aliana menatap lelaki itu lucu, lalu tanpa sengaja bertatapan dengan Rara yang menatapnya penuh kebencian. Tentu saja hal it

