Waktu berlalu begitu cepat. Aku cukup bangga dengan diriku sendiri yang bisa bertahan sejauh ini setelah perpisahan paling menyedihkan yang kualami dengan Fano. Bukan sehari dua hari, tetapi dua minggu. Selama itu aku berhasil hidup dengan luka yang tak kunjung mengering. Tanpa Fano di sisiku. Tanpa kabarnya sama sekali. Hanya bekas goresan lukanya saja. Aku sudah tinggal di rumah. Pulang dalam keadaan kacau, membuat Elon dan papa panik. Tetapi hanya hari itu saja aku mencurahkan semua perih yang kudapat dalam bentuk tangisan. Setelahnya aku tak lagi memproduksi air mata. Pandai sekali aku berlakon layaknya tak ada yang terjadi. Aku pasti akan mendapat piala atas aktingku ini bila masuk ke dalam dunia seni peran. Oh! Ternyata patah hati bisa mengangkat bakat terpendamku. Aku seharusnya b

