Bab 29

1812 Kata

Sudah tiga hari berlalu sejak pertemuanku dengan Fano yang berakhir buruk. Tak ada lagi senyum yang muncul tiap kali aku membuka mata di pagi hari. Perasaanku semakin kacau. Waswas tiap kali otakku mulai membentuk satu spekulasi baru. Padahal, sebelumnya aku sudah merasa cukup baik meski telah berpisah dengan Fano tanpa kabar sama sekali selama dua minggu lamanya. Kejadian itu membuatku tidak lagi bisa mempertahankan kepura-puraanku. Bahkan, senyum pun tak lagi mampu kuukir di bibir ini. Semangatku seakan telah habis tanpa sisa sedikit pun. "Kamu kerja hari ini?" Kutolehkan kepalaku ke sisi kanan, menatap papa yang baru melayangkan satu pertanyaan kepadaku. Gerakan mengangguk yang kubuat sebagai jawaban atas pertanyaan papa barusan tampak lemah. Aku benar-benar kehilangan seluruh tenag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN