“Kamu yakin tempatnya di sini, El?” Pertanyaan bernada getir itu keluar dari mulutku manakala Elon mulai mencari tempat yang cocok untuk memarkirkan motornya. Bangunan bertingkat yang kuduga pernah mengalami kebakaran ini tampak seram di penglihatanku. Tanah yang ditumbuhi semak belukar menjadi penghias, mengelilingi seluruh gedung tersebut. Mulai dari gerbang yang tampak b****k sampai ke bagian pintu utama. Kian menambah kesan angker serta mampu membuat bulu kuduk siapa pun yang datang ke sini bergidik. Namun, tidak denganku. Pikiran yang kacau dan terhenti pada satu titik tujuan membuatku tak bisa memikirkan betapa mengerikannya bangunan ini. “Ini udah sesuai sama lokasi yang di-share orang suruhannya Papa.” Elon melongokkan kepalanya ke dalam sembari memegang ponsel milik papa dan me

