Bab 38

2526 Kata

“Jadi, hubungan kamu sama Fano gimana, Ryn?” Aku menyodorkan daging yang telah kupotong dadu kepada tante Nafa. “Ya gitu, deh, Tan,” jawabku seraya mengulum senyum. Tante Nafa melirik jenaka ke arahku. “Itu cincinnya bikin silau, Ryn.” Kutahan senyum yang hendak menyambangi bibirku dengan menyibukkan diri mengupas beberapa buah kentang. Kulihat tante Nafa sempat mengerling jahil ke arahku sebelum beliau kembali fokus pada bumbu yang sedang dibuatnya. Sudah hampir 2 minggu berjalan sejak aku meminta kembali cincin tersebut dari Fano. Semenjak itu pula aku telah kembali membuka hatiku untuk Fano. Mengizinkannya memasuki kehidupanku seperti dulu. Cincin yang sempat terlepas dari jariku karena lingkaran masalah di antara kami yang tidak kunjung selesai, kini kembali tersemat indah di temp

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN