“Mau ke mana lo?” Aku hendak memindahkan sup yang baru matang ke dalam mangkuk ketika suara Elon menginterupsi. Kuurungkan niatku sejenak hanya untuk memindahkan perhatianku pada adik lelakiku itu. Tampilannya terlihat acak-acakan. Tubuhnya hanya dibalut boxer lusuh tanpa atasan. Rambut tampak berantakan dengan mata sembab sudah menunjukkan bahwa pemuda itu baru bangun dari tidurnya. Elon sudah kembali ke Indonesia sejak tiga hari yang lalu, tetapi yang dia lakukan hanya diam di rumah. Malamnya dia begadang, dan baru akan terjaga di siang hari seperti ini. Kupikir dia selalu tidur menjelang subuh karena sibuk mengerjakan skripsinya, nyatanya dia hanya berkutat di depan laptop sambil bermain game. Hidup Elon memang banyak tidak bergunanya. “Hebat ya jam segini baru bangun,” sindirku den

