Terbangun dalam keadaan kelaparan dan tak menemukan makanan sama sekali sangatlah menyebalkan. Bunyi di perutku sudah bertalu tanpa ada tanda-tanda ingin berhenti. Cacing di perutku sepertinya tidak sabar untuk menyantap makan malamnya yang sudah telat beberapa jam. Jarum jam menunjuk angka setengah dua, yang artinya aku sudah terlelap selama kurang lebih lima jam. Meski begitu, aku tak mendapat kenyamanan dalam tidurku. Gelisah menguasaiku. Tidak tenang dengan apa yang terjadi padaku sebelumnya. Aku bahkan bisa merasakan bengkak di mataku karena menghabiskan banyak waktu untuk menangis. Pilihanku akhirnya jatuh pada mi instan. Persetan dengan berat tubuhku yang akan bertambah bila menyantap mi instan di tengah malam seperti ini. Perutku sudah tidak bisa lagi diajak berkompromi. Kalau s

