Bab 16

1289 Kata

Fano menggenggam tanganku saat kami berpindah dari kafe ini menuju restoran seafood di seberang jalan. Jarak yang tak terlalu jauh membuat kami memutuskan untuk berjalan kaki saja. Membiarkan mobil kami tetap terparkir di kafe tersebut. Ini juga bagian dari penghematan, agar uang parkir yang harus kami bayar nantinya tidak double. Yeah ... itu adalah prinsipku. "Uhm ... apa kabar?" Aku agak kaget mendengar pertanyaan Fano yang sangat mendadak setelah kami menyebrangi jalan. Bola mataku bergulir ke atas, menatap Fano yang lebih tinggi dariku. "Nggak terlalu baik." Kudengar Fano menghela napas berat, kemudian genggamannya mengerat. "Apa karena aku? Karena perlakuan burukku waktu itu?" Aku menatap ke ujung jalan, melihat beberapa burung pipit yang berjajar di sepanjang tiang selagi memiki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN