suara sendok yang beradu dengan piring menemani makan malam mereka. warung nasi goreng pinggir jalan ini merupakan tempat favorit mereka. hampir setiap minggunya dulu mereka akan makan disini. perlahan Rayhan menyudahi makannya. mengelap mulutnya dengan tissue yang ada dimeja.begitupun Hana. walau sebagian orang menilai cara berpacaran mereka yang monoton dan membosankan ditambah waktu yang sudah begitu lama belum ada kemajuan seperti naik setahap dengan bertunangan. bukan mereka tidak memikirkan pernikahan. namun mereka ingin mempersiapkan pernikahan yang akan terjadi sekali saja untuk selamanya.
waktu berlalu begitu cepat genap sudah hampir sepuluh tahun mereka menjalin hubungan. dari mulai berseragam SMA sampai saat ini di usia yang sudah sama sama dewasa.waktu berputar hari berganti. namun cinta dihati Hana untuk Rayhan tidak lah pudar.tak lekang dimakan waktu.seperti terjebak oleh pusara asmara bersama rayhan.seluruh hatinya telah di penuhi oleh cintanya kepada rayhan.sehingga tak ada sedikitpun celah di hatinya untuk orang lain.
terkadang rasa takut menyelimuti relung hatinya. ia khawatir bahwa kekasihnya merasa kebosanan akan hubungan ini. ia takut bila suatu saat nanti sang kekasih ingin merenovasi cintanya dan ia harus tersingkir. tapi seandainya itu terjadi ia rela asalkan sang kekasih bahagia. bukankah sebuah hubungan terjalin karena rasa cinta. dan bila kita mencintai seseorang kita selalu berharap bahwa orang yang kita cintai akan hidup bahagia.meskipun tidak bersamanya. itulah yang tertanam di hati Hana. Hana hanya berusaha menciptakan kebahagiaan untuk rayhan.seseorang yang selalu dicintainya.