14.yang pertama

306 Kata
Hana menatap pantulan wajahnya di cermin. meratakan kembali lipstik di bibirnya. berkejar kejaran dengan waktu untuk mempersiapkan diri yang akan ikut sang kekasih menghadiri pesta pernikahan salah satu teman kantor kekasihnya. dengan balutan gaun yang anggun dan sederhana ia menyempurnakan penampilannya dengan memakai sepasang sepatu high heels dikakinya. ia ingin terlihat cantik untuk kekasihnya. gedung hotel yang telah disulap dengan hiasan bunga bunga sebuah dekorasi pernikahan yang mewah. sepertinya teman kantor kekasihnya ini bukanlah orang biasa.terlihat dari betapa megahnya pesta pernikahan yang diselenggarakan. suasana canggung dan nervous coba ia hilangkan dengan mendekap erat lengan kekasihnya. seorang wanita cantik menghampiri mereka.wanita dengan penampilan elegan. Rayhan memperkenalkan wanita itu kepadanya. namanya elena. teman satu tim dari sang kekasih dikantornya. seorang arsitek wanita. wanita itu terlihat akrab berbincang dengan kekasihnya. tatapan mata dan senyuman dibibir wanita itu memperlihatkan bahwa wanita yang bernama elena ini memiliki ketertarikan terhadap kekasihnya. Hana bisa merasakan hal itu . selama ini elena kurang mengenal dan mengetahui teman teman kekasihnya. padahal sudah beberapa kali ia diajak sang kekasih untuk mengikuti berbagai acara di perusahaan tempat kekasihnya bekerja. pribadi yang tertutup membuat Hana kesulitan dalam berinteraksi dengan teman teman kekasihnya.sehingga ia kurang memperhatikan satu satu teman sang kekasih. termasuk yang bernama elena ini. mungkin karena saat ini ia baru berkenalan dengannya. dan untuk pertama kali didalam hidupnya ia merasa khawatir akan cinta sang kekasih. walaupun selama ini ia tidak heran lagi bahwa banyak wanita yang tertarik dengan paras sang kekasih. namun bila harus bersaing dengan wanita yang bernama elena ini ia merasa kecil hati. bagai bumi dan langit perbandingan antara dirinya dan elena saat ini. apalagi harus menyaksikan secara langsung interaksi mereka. ya walaupun masih dikatakan wajar cara mereka berbincang tetap saja Hana merasa tidak nyaman melihatnya. ".. bagaimana saat mereka dikantor bersama... ya Tuhan hilang kan lah perasaan tak nyaman ini dihatiku.." doanya didalam hati.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN