Larilah sekuat yang engkau bisa. Namun apabila Tuhan telah menakdirkan kita bersama, apalah gunanya usahamu itu? Wulan melirik ke arah pintu masuk ketika bayangan lelaki itu mulai berjalan ke arahnya. Perlahan ia melihat jam yang tergantung pada dinding putih di hadapannya. Waktu sudah lewat tengah malam mengapa lelaki itu harus kembali ke rumah ini. Ketika tanpa sengaja pandangan mereka saling bertemu, Aji mengulum senyum. Membuka jaket cokelat yang tadi ia kenakan kemudian bergabung duduk di sebelah Wulan. "Kok Mas ...." "Waktu mas masih di tempat ini. Karena kejadian tadi pagi, waktu yang seharusnya mas pergunakan untukmu dan anak-anak harus berkurang," potong Aji cepat. Sebelah tangannya memijat tekuknya yang terasa berat sebelum kembali menatap Wulan dalam. "Anak-anak sudah t

