Bab 19

2654 Kata

Banyak orang akhir-akhir ini lebih mengkhawatirkan luka orang lain. Padahal nyatanya dia sendiri sedang terhimpit pintu kematiannya.   Sejak malam itu semua sudah berubah. Tidak ada lagi suara tawa Aji bersama anak-anak di rumah mereka. Kini, semua telah hilang bersama dengan pergiliran waktu kunjungan Aji kepadanya. Aji, lelaki itu memang mencoba memposisikan dirinya menjadi suami yang adil. Dia sudah membawa Nisa pergi dari rumah Wulan. Dan menempati rumah baru mereka yang sesungguhnya belum sepenuhnya selesai. Dia juga mulai membagi semuanya sama rata. Sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Seperti halnya waktu dalam berkunjung. Aji akan di rumah Nisa dimulai dari awal minggu hingga hari ketiga. Setelahnya ia akan hadir ke rumah Wulan dimana ada kedua anaknya di sana. Mengapa terli

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN