Bab 18

2309 Kata

Bila poligami ini adalah sebuah persaingan dimata semua orang, maka biarkan aku dan dia berlomba-lomba bersaing untuk kebaikan. Bukan saling menjatuhkan demi pujian dan ambisi keduniaan. Pertama menginjakkan kaki di sebuah pusat perbelanjaan, raut wajah Nisa sudah merasa tidak enak. Dia melirik ke arah belakang, di mana Aji tengah menurunkan stroller Alan. Lelaki itu nampak santai menggoda Alan yang masih berada di dalam gendongan Wulan. Lalu ketika Nisa mengalihkan pandangannya ke samping, ada Lana yang tengah sibuk berceloteh ria dengan pengasuhnya, mbak Siti. Semuanya nampak menikmati perjalanan weekendnya ini. Walau hanya sekedar berbelanja kebutuhan rumah baru Nisa, namun tidak ada raut wajah keterpaksaan dari mereka semua. Akan tetapi perlahan Nisa merasa ragu, apakah harus semua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN