• 3 • BLACK DIAMOND'S
TUJUH MALAM
VITA POV
sekarang gw lagi makan malam bersama keluarga ku. Makan malam diselimuti dengan keheningan setelah selesai aku pun bicara.
"Ayah, pa, pi, yah, ibu, ma, mi, roti, kak, aku dan lainnya akan pergi mungkin jam 9 udah balik kerumah" pamitku
“Mau ke mana nak?” Mama alias mama Vanya
"Mau Belanja ma" jawab Vira cepat yg diangguki mamanya.
"Ah ada yang papa omong di sama kalian, jadi ayah papa, ayah, ayah, ayah, mama, mama, mami, bunda akan pergi ke London karna pekerjaan pekerjaan jadi ngk papakan kami tinggal?" Tanya papa untuk Lima V dan bang Tian
“Ngak papa Pa, terus vena?” Tanya Vanya
"Vena ikut, di sana ada oma yg jaga, kalau di sini kalian sibuk sekolah" jawab bunda.
"Vita pamit" pamit Vita dan masuk kamar bersama yang lainnya.
Setelah selesai sekarang vita menggunakan jeans hitam dan kaos hitam. Dan pistol dan pisau lipat yg disembunyikanin di selipan pinggang celananya
Kami pun siap dan berangkat menuju markas KC. Gw membelah jalan kota Jakarta setlah 15 menit kemudian kami pun sampai dan gw menuju monitor samping gerbang dan meletakkan kata sandi seperti sidik jari sementara yang lain menggunakan kartu yang menghubungkan ke monitor
"Kartu tanda pengenal Anda terbaca masuk" ucap monitor
"Selamat datang ketua" ucap monitor karna dikumpulkan sidik jari ku
Srettttt
Gerbang terbuka dan memperpanjang anggota berjejer dan menunduk. Kenapa mereka tau gw datang karna suara monitor tadi sampai ke dalam, jadi mereka tau siapa yang datang entah ketua, bertemu atau prajurit.
"Selamat datang ketua dan anggota" sapa semua anggota untuk ku dan gw balas dengan anggukan sedangkan sahabatku senyuman
Aku pun melihat Rido, dan menghampirinya
"Di mana?" Ucapku dengan dd (datar dingin)
"Ruang bawah tanah" ucapnya menunduk dan aku pun berjalan mendahului mereka menuju ruang bawah tanah.
Setelah sampai aku melihat orang yang membantah dengan wajah lebam, orang tersebut mulai membantah 20 tahanan.
"Hai" sapaku dan dia mendongak
“Karna gw orangnya ngk buang² waktu jadi siapa ny Nyarang lo?” Tanyaku dengan nada tegas di bagian akhir.
"Gw..gw..ngk.akan..nga..ngasih..tau..Lo" ucapnya terbata-bata.
“Kenapa? Lo mau menyelamatkan dia, lo mau jadi babunya?” Ucapku mencengkeram rahangnya.
"Lo dibayar berapa?" Tanyaku dan mempererat cengkeramannya.
"Ti..tiga..ju..Juta" ucapnya terbata-bata karna kesakitan.
"Haha Hahaha" tawa kami pecah
"Lo g****k banget jadi orang haha nyawa lo dibawar 3 juta haha" tawa Vina yg ada di belakang gw
"Gw akan kasih lo semo lo kalo lo ngasih tau siapa yg nyuruh lo" ucapku dan mengambil pisau lipat di pinggangku.
"Lo..lo..mau..Apa" ucapnya dengan nada kesulitan.
JLEEB
Gw tusuk di bagian paha kirinya
"AWWWW" ringisnya
"Lo mau mati atau
terima kasih siapa orangnya" tawar gw JLEEB
Tusukan di paha kirinya
"Jawab!" Bentak gw
"Rido ambil air es sama jeruk nipis" perintahku dan mereka pun menerima yg gw suruh dan
BYUURR
Gw pun menyiram lukanya dengan air es dan jeruk nipis
"awww pe..perih..gw..kasih..ta..tau..tapi..lo..lepasin..gwkan?" Tanyanya yg gw anggukan.
"Gw dari BALCK DIAMOND'S dan yg nyuruh gw keluarga beryline" ucapnya
Gw pun mengepalkan tangan
"BLACK DIAMOND'S" teriakku meyakinkan membuat sekitarku percaya.
"Vexia lacak" perintah tegasku dan kemudian Vexia pun meminta selai yang gw buat untuk pelacakan.
"California" ucapnya
"Minggu depan kita ke sana, dan Rido bawa ni orang ke rumah sakit terus terima uang 1 miliar dan suruh keluar dari Black Diamond's" perintahku dan diangguki Rido.
Gw bepergian lainnya pergi dari dalam tanah bawah dan pergi dari markas, saat dalam perjalanan gw menerima telepon.
AYAH MEMANGGIL
Halo ayah ada apa
Ayah yang lain ke London sekarang berangkatnya dan sekarang Ayah menuju ke bandara
Kok sekarang ayah
Ada masalah sayang sehingga harus segera diselesaikan
Ok ayah aku yang lain ke bandara.
Ya udah ayah tutup
Titt
Menelepon Vira
"Vira ikut di mobil gw, suruh yg lain"
Baik. Ke mana?
Bandara.
Titt
Sebelum Vira menjawab, pun menutup teleponnya dan menancapkan gas diatas rata-rata menuju bandara
Cittttt
Mobil Decitan Berbicara Diparkiran
Cittttt
Decitan mobil sahabat gw, gw pun masuk ke bandara ikut para sahabat gw
“Ada apa?” Tanya Vina.
"Ayah berangkatnya di cepatkan" jawabku dan aku melihat Ayah sedang menungguku.
Aku pun berlari memeluknya
" Daddy yg lainnya jaga kesehatan, jangan lupa makan, dan kalo udah sampai kabar in Vita "nasihat ku yg membuat Daddy yg lainnya terkekeh
" Iya sayang "jawabnya dan melepas pelukannya dan beralih kelainya
" Dahhh sayang "sapa mereka semua saat masuk pesawat
" Dahh "jawab kami dan mereka pun masuk ke pesawat
" Ayo pulang, gimana kita balapan yg kalah traktir dikantin besok, besok kalian sekolahkan? "tanya bang tian yg kita anggukkan.
" Ok "kami pun menuju keparkiran dan
1
2
3
BRUMM
Suara mesin mobil terdengar sepanjang jalanan pertama dipimpin bang Tian, yang kedua gw.
Gw dih santai dan BRUMM gw menancapkan gas diatas rata-rata menyalip bang Tian seperti angin dan pemenangnya adalah gw
2.bang tian
3.vexia
4.vira
5.vanya
6.vina
"Haha lo kalah Vin, traktir “ejek Vexia yg membuat Vina cemberut, tapi gw sadar dari tadi bang Tian ngeliat Vexia yang tertawa dengan senyuman
'Kayaknya bang tian suka sama vexia'batinku tersenyum
"Issh iya-iya gw traktir” ucap Vina pasrah.
" Ya udah yuk masuk "ajak bang Tian masuk tanpa sadar menarik tangan Vexia dan membuat Vexia terkejut.
" Hemm tangan bang "ucapku menggoda.
" Eh maaf refleks Hehe, enak megangnya hehe "ucap bang Tian gugup dan membuat pipi Vexia merona
" Ciee pipinya merah "goda gw dan Vira, Vanya, Vina, yang membuat pipinya tambah marah.
" Udah ayo "ajak bang tian merangkul Vexia.
" Nyamuk, nyamuk, udah yuk masuk tinggalkan yg lagi bermesra-mesraan "ledek Vanya dan kami meninggalkan Vexia dan bang Tian
VEXIA POV
" KALIAN!! "teriak gw, sumpah ngeselin banget tu orang awas aja, Pa kabar pipi gw
Gw pun mengejar yang lain namun tangan gw ditarik dan
Cup
Dia mencium kening gw, garis bawahi, NYIUM KENING GW.
Gw hanya mematung dan kemudian ada bisikkan ditelinga gw.
" Good night, Sweetheart "bisiknya dan pergi ninggalin gw yang mematung
Gw pun sadar dan memegangi d**a gw, yang berdetak hampir meledak
Dan kemudian memegang dahi gw yang tadi dicium dan kemudian tersenyum dan menuju kamar dengan senyum yang mengembang.
)))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))