4 ° SEKOLAH
PAGINYA
saat ini vita sudah siap dengan pakaian nerdnya
Baju kebesaran
Rok 5 cm di bawah lutut
Kaos kaki panjang
Tas dan sepatu yg lumayan kusam
Kacamata bulat non-minus
Soflet hitam pekat karna warna mata vita biru laut
Krim yg membuat kulit jadi agak kecoklatan
"Sempurna." gumamnya. Vita pun bawah kebawah dan ganti undang²nya
"PAGI SEMUA." Sapanya pada Tian dan sahabatnya
"Pagi vita, prinses." Ucap mereka bersamaan
"Phtttt dek ini lo hahah" ledek bang tian
"Ngapa?" Ucap vita berubah datar plus dingin
"Ngk..papa" ucap bang Tian terbata-bata karna akan kehilangan aura yang dikeluarkan Vita, tanpa sangka Vita mencium pipi Tian yang kagum.
"Haha takut bang bang bang, gw ngak makan bang bang" ucap Vita duduk diantara Vexia dan Tian. Tapi ia punya ide penjara.
"Vexia pindah?" Perintah Vita membuat Vexia lain binggung
"Gw ngak mau jadi nyamuk di antara orang ni" ucap vita menunjuk Tian dan Vexia.
"Apaan sih lo" bantah vexia
"Halah ngomong aja kalo mau deketan ngk usah malu lo" ucap Vina menyaut, buat Bexia memerah pipinya, Tian yg terkekeh.
"Udah lebih baik makan sebentar lagi masuk" lerai Vira, ya Vira lah yang paling dewasa jika vita menjadi ceria seperti tadi.
Mereka semua makan sarapan karna jika vira marah, behh kaya monster guys * haha becanda
Setelah selesai mereka pun selesai dan masuk kemobil sportnya. Vita membelah jalanan kota Jakarta yang masih sepi dia mengendarainya di atas rata-rata karna dia sudah terbiasa.
Vita dan yg lain sampai yg pertama Vita lah orangnya. Karna lama menunggu ia pun mengechat Vira kalau sampai langsung aja keruang kepsek.
Saat dikoridor banyak yg mencibirnya.
Aah gw kira anak barunya cakep lah ini nerd
Jijik banget gw
Sekolah terkenal menampung kutu buku
Kuman dah badan gw
Makanannya Sisil dkk
Vita tak memperdulikan omongan orang. Mungkin kalo mereka tau siapa vita akan bertekuk lutut. Saat akan berbelok tiba-tiba ...
....
BRUK
Ada yg menabraknya yg membuat vita terjatuh
"Anjir p****t bohai gw" batinya , tiba-tiba ada yang mengulurkan persetujuan. Vita mendongak melihat pria yg tampan dan mengubah raut beralih datar dan langsung nerdiri tanpa menerima uluran tangan
"Maaf gw ng-" ucap pria itu terpotong karna vita menyelonong pergi gitu aja.
'Gila ni Cewek, dinginnya melebihi gue, "batinya dan tiba-tiba ada yang berhasilnya.
"DEVAN" panggilnya, pria yang dipanggil Devan pun menegok dan tampak sahabatnya.
“Ngapa lo ngelamun aja?” Tanya Sahabatnya tadi
"Ngak papa" ucap Devan datar
"Eh gw liat tadi lo nabrak cewek tapi kok ceweknya kaya dinggin gitu, haha ternyata ada yang lebih lo lo"
"Diem Lan" ucap devan datar yg membuat Lano kicep, tanpa sepatah katapun ia meninggalkan Lano. Lano yg sadar ditinggalpun mengejarnya dan berbelok kearah lain karna ia dan devan beda kelas devan 11 ipa 1 dan lano 11 ipa 2.
Disisi berbaring
Vita pun kasuk keruang tanpa mengetuk pintu yang membuat kepsek marah
"Ngk sopan sekali kamu?" Bentaknya
"Om bentak prinses "ucap vita pura-pura sedih dan membuat om Zen kaget
Om Zen adalah adik dari mama angkat Vita yg menjadi kepala sekolah Vita.
Dan tiba-tiba....
Brak
Pintu digebrak oleh sahabat gesrek Vita. Om Zen dan Vita kaget
"Untung gw ngk punya penyakit jantung "batin om Zen mengelus dadanya.
Beda dengan Vita yg menatap tajam kearah sahabatnya, yg ditatap hanya cengengesan
"Hehe peacss "Cengengesan Vira membentuk jari V
"Om kelas aku dimana? "tanya Vita datar
"Kamu di kelas 11 ipa 1, Vira Vina dikelas 11 ipa 2 dan Vexia dan Vanya dikelas 11 ipa 3" jelas om Zen, Vita yg mendengarnya langsung pergi tanpa memandang om Zen.
"Kapan kamu bisa kaya dulu lagi prinses "batin om Zen menatap punggung prinsesnya.
"Om kami pamit dulu. "pamit Vira yg diangguki om Zen. Sahabat Vita pun pergi kekelas masing-masing
Tok Tok
Vita mengetuk pintu kelasnya. Dan
Ceklek
Menampilkan guru yg berwajah cantik dan tersenyum ramah
"Anak baru ya? "tanya guru yg didepannya Vita pun membalaskan dengan anggukan
"Kenalin nama ibu, bu Jennifer panggil aja bu Jenni guru matematika dan walikelas kamu, ya udah ayo masuk "ajak bu Jenni saat masuk banyak yg mencibirnya namun Vita hanya memandangnya datar.
"Kenalin nama kamu! "perintahnya lembut
"Vita. "ucap datar, dingin, jelas, padat, dan singkat. Membuat sekelas dan guru kaget.
"Udah? "tanya bu Jenni yg tak dijawab vita
"Baiklah kamu duduk sama devan, devan disana "ucapnya menunjuk seorang lelaki Vita yg melihatnya 'pria tadi' batinnya namun hanya menatap pria itu datar.
"Baiklah ulangannya ming-"ucap bu Jenni terpotong
"Sekarang. "ucap Vita, membuat bu Jenni binggung.
"Ulangan. "lanjutnya dan melanjutkan duduk dibangku samping Devan tanpa melihatnya
"Baiklah kita ulangan sekarang"ucap bu Jenni final membuat sekelas bercibik kesal dan mencibir Vita.
"Devan. "ucap Devan memperkenalkan diri, Vita hanya mengangkat satu alisnya
"Udah tau nama gw kan?"ucap vita dd(datar dingin) membuat devan kaget namun menetralkan raut wajahnya
"Gila ni cewek dingin amat kalo ngomong, tapi.....menarik"batinya menyungging senyum
Vita mengerjakan ulangan dengan santai tak sampai 5 menit ia sudah selesai karna bosem ia menyumpalkan headset dikupingnya. Devan yg melihatnya binggung namun saat melihat ulangannya dia kaget
"WooW udah selesai, gila belum ada 5 menit"batin devan kagum.
"VITA."teriak bu jennie, Vita tersadar mengangkat satu alisnya dan melepaskan headset
"Kenapa main hp, ini ulangan terus ken-"ucap bu jennie kepotong
"Selesai."ucap Vita dan meninggalkan kelasnya yg masih kaget
"Apa dia main hp Devan"tanya bu jennie kepada devan
"Ngak bu dia udan selesai dari tadi "jelas Devan, bu Jenni menghela nafas dan mengambil lembar jawaban milik Vita, dan memeriksanya betapa terkejutnya
"Semuannya bener. "gumamnya yg terdengar seluruh kelas terkejut.
Disisi lain
Vita sedang berada rooftop danenikmati angin dan pemandangan. Saat sedang melamun ia tiba-tiba teringat sama sahabatnya ia pun meng-chat Vira
To:Vira
Gue di rooftop kalian kalau istirahat langsung kekantin aja gw nusul
Send
Setelah mengirim pesan ia kembali meletakkan hp iPhone keluaran terbarunya di sakunya.
KRINGG
Vira dan Vina pun membereskan bukunya dan berjalan menuju kekelas Vexia dan Vanya. Saat sampai didepan kelas
"Hai. "sapa Vexia dan Vanya bersamaan.
"Dimana Vita? "tanya Vexia yg tak melihat keberadaan Vita.
"Kita kekantin langsung aja, ntar dia nusul "Vina, Vexia dan Vanya hanya menganggukan kepalanya. Mereka berempat pun berjalan kekantin saat melewati koridor banyak yg mencibirnya.
Namun mereka hanya menampilkan wajah datarnya. Saat sampai dikantin mereka duduk di meja pojok dan saat sudah duduk tiba-tiba...
Vita langsung duduk diantara vexia dan Vira.
"Lo darimana? "tanya Vira
"Rooftop. "ucap Vita dd.
Temannya pun hanya menghela nafas. Ya Vita jika diarea luar ia akan Dingin dan Datar, jika dilingkup keluarga ia akan hangat dan menjadi manja.
"Mau pesen apa? "tanya Vina
"Nasi goreng seafood, jus jambu. "ucap Vexia
"Samaain aja, Vita jus strawberry "ucap vira yg diangguki semua. Vira emang mengerti semua tentang Vita dari makan kesukaan, phobiannya, dan yg ia benci.
Vina dan Vanya pun memesan makanan dan makanan pun datang, kami pun menikmati makanannya hingga tiba-tiba banyak jeritan wanita yg mengelegar dikantin.
Kyaaa devan ganteng banget
Tian senyum donk
Aaaaa lano senyum ke gue ..
Anjay ... ganteng banget.
Dll. Vita dan orang lain hanya memandang sekilas dan menlanjutkan makannya, namun ada yang membuat se kantin berisik datang ......
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°