• 5 • dikunjungi
Vita dan yang lainnya hanya melihat sekilas dan menlanjutkan makannya, namun ada yang datang membuat sekantin berisik datang ......
TIAN DKK
"Hai, bolehkah kami duduk di sini," tanya pria berkulit tan.
"Hemm" deheman vira berarti tanda setuju. Mereka semua suka duduk dan memesan makanan. Kami menikmati makanan namun tiba² vita menerima telpon masuk. Ia pun mengeluarkan hp iPhone yang dirilis. Sontak bikin cowok yg didepannya kaget.
Vita melihat ternyata yg menelpon Rido * inget kan *
Hallo rindu
Ya
Berlian hitam menyerang markas kita dibagian jakarta selatan namun kami telah mengagalkan dan mereka yang masih hidup saya tahan.
Tahan mereka jika mereka melarikan diri saya pengal kepala kamu
Ucapnya dd yg membuat sahabatnya dan temen abangnya keget.
Ba..baik..miss
Pipp
Telpon tertutup vita melanjutkan makannya. Vita tersadar ternyata ada yang menatapnya ia pun melihat dan
Degg
Ternyata abang kandungnya tampak intens vita. Yg dilihat hanya melihatkan wajah datar andalannya.
"Bagaimana kalau kita kenalan, baiklah dimulai dari saya, GRIDRAN VALENTINO JARD, panggil aja Valen" ucap pria berkulit tan.
"STELANO BERTYAN XADRIAN, panggil aja lano" ucap pria bertelinga caplang.
"DIANTARA DERTA SANXA, panggil aja tara" ucap abang kandung vita, yg masih mentap vita
"BASTIAN RELAND GRAND, panggil aja Tian" ucap abang angkat vita.
"RENALDO DEVAN MANXI" ucapnya datar memenuhi kehp
"Letakkan kami, RAVIRA NATHARIY M, panggil aja Vita" ucap vira
"RAVINA NATHARIYA M, panggil aja vina" ucap vina
"RAVANYA NADIRA D, panggil aja vanya" ucap vanya
"PAVEXIA NAFISA K, panggil aja vexia" ucap vexia, dan beralih ke vita namun vita tak mengubrisnya, vexia yg disampingnya menyenggol dukungan
"VITA" ucap DDSJP (dingin, datar, pendek, jelas, padat), vira yg tak enak langsung membenahi
"RAVITA NATHALIA G. Dia emng gitu orangnya" ucap tak enak dari Vira. Namun Lano binggung akan sesuatu
"Kalian berlima saudara?" Tanya lano, vina siapa yang ingin menjawab belum vanya lebih dulu
"Kami tidak punya saudara orang tua, kami teman dan saat kami lahir jadi kami mendapat nama yang sama dan untuk mereka (tunjuk vira dan vina) mereka berdua kembar, namun kembar berbeda muka" jelas vanya mereka semua mengangguk tidak dengan Tian.
Kami pun melanjutkan makan dan vita bermain hp yang sudah berbeda sekarang ia meluncurkan hp, dan mereka semua kaget karna nerd memiliki 2 ponsel segera
“Lo bawa 2 hp?” Tanya valen penuh kebinggungan, vita hanya menganggkat alisnya
"1 aja" ucapnya
“Lah siapa tadi, Iphone lo?” Tanya lano menyaut
"Gw cuma bawa yg ini" bantah vita menggoyangkan hpnya, lano dan valen bertatapan dan kemudian dia menghela nafas
Vita melanjutkan acara penelusurannya, ya vita membuat hp ini asli buka Merek Mi tapi ia menggubahnya. Dia membuat Hp ini sendiri adalah alat untuk melacak ia baru saja menyelesaikan dan sekarang dalam masa percobaan memahami ketua blakd berlian. Dan ketemu vita pun menyeringai karna menemukan tempat. Sahabatnya dan Devan dkk yg kebinggungan dan bergidik ngeri
Tiba² datanglah para monyet yg bergelanjutan ditangan devan dkk
"Ih kok kamu ninggalin aku sih" ucapnya manja yg suka menjijikkan, Vita tak memperdulikannya toh ngk ada gunanya namun dia melihat kearah abangnya, tian. Yg sedang berusaha menepis tangan cabe keriting itu. Dalam hati ia tertawa melihat melihat abangnya.
"apaan sih lo, minggir" ucap devan dinggin
"Eh itu kok kaya monyet gitu bergelanjutan, apa mereka monyet" ucap vina polos, ya vina biasa dalam mode lemot dan polos. Namun ia akan terlihat imut jika begitu. Omangan tadi membuat mereka tertawa
"Heh, maksud lo kita, idih bilang aja lo syirik dengan kecantikan kita" ucap sombongnya
"Kayaknya cantikan make up-nya" ucap vina polos lagi membuat cabe dkk geram
"LO-" tunjuk bertag nama sisil dan terpotong
"Aku? Aku apa kak? Manusia? Cantik? Manis? Orang?" Tanya vina polosnya yg membuat cabe dkk geram dan
BYURR
Vina kesiram jusnya lano yg berada didekatnya. Dan wajah Vina yang polos berubah menjadi datar dan tatapan menajam
"Apa lo, ah gw tau lo irikan liat baju mahal gw, tujuan tubuh gw, ya gue lah orang lo cuma NERD pembawa kuman disekolah ini, iww jijik banget gw liat mukal lo, dan lo (nunjuk vita) ngapa lo diam aja sih lo "ejeknya namun vita tak bergeming karan sedang ditahan logik membuat seluruh kantin akan hancur, kawan vita yang melihat vita sedang memegang logik menyeringai
"Banguni singa tidur dia" batin mereka dan bang tian.
"Heh! Gw ngomong sama lo, lo bisu apa budeg?" Tanyanya
"Udah?" Tanya vita dd dan memeramkan mata. Membuat devan dkk menggabungkan karna suara vita yg dingin terkesan menyeramkam
“Udah selesai ngomongnya?” Ucap vita dibuka perspektif.
"Buat kamu jadi jangan belagu mana deklarasi ayang bebep gw dasar bicth, murahan, ahh gw tau orang tua lo kan jalang dan bapaknya tukang kurup pantesan kaya gini haha" ejeknya yg buat vita mengepalkan karena biasanya devan dkk bergidik ngeri melihat aura di vita. Dan kemudian Vita .......
BRUKKK
meja digebrak menjadi terbelah
Mala
Dan piring serta gelas jatuh dan pecah, yg dikantin sontak pada kaget
"Gila ni cewek kuat amat" batin devan
"Aku baik-baik saja hw gw, tapi jangan sekali lagi lagi hina orang tua gw, dan lihat gw apa gw murahan, muarahan mana yang MENGEJAR NGEJAR COWOK YG TAK PERNAH DIANGGAP"
"Maksud lo !!" ucap sisil geram dan menampar pipi nya vita
Plakk
Namun tak berhasil, malah malah malah berusaha mengejek.
"Segini aja lo" ucap vita dd dan membelai pipinya
"Lumayan" gumamnya yg terdengar oleh sisil, tanpa disetujui sisil dikeluarkan dari selipan pinggangnya, Sontak buat sekantin membualtkan kacamata
Devan dan tian berhasil menolongnya namun tangan tian dipegang Vexia dan mengeleng
"Lo kalo pingin bantu, siap² lo babak belur" ucap vira menghebtikan langkah devan, devan pun binggung
"Liat aja, ngk ysah diganggu" ucap vira datar
"Whatt ganggu woy nyawa orang mau melayang lo bilang ganggu" batin devan
"Ngk bakal ilang nyawanya tenang aja" ucap vira yg melihat ekspresi devan
"Dia bisa membaca pikiran orang" batinnya lagi
"Gw ngk baca keliatan dari muka lo" ucap vita
"Ngk usah kesana" lanjut vita final, devan hanya menghela nafasnya
Vita yg melihat pisau ditangan sisil hanya tersenyum meremehkan dan tanpa aba² sisil menyerang vita, namun vita menghindar dan menginjak d**a devan yg ada dibelakangnya lalu dibelikan kebelakan sisil dan dibikin ditangan sisil dan menodongkannya di sisil sisil dan sambung til sisil kebelakang dan kaget ada yg kagum.
Devan pun khawatir dan mendekat namun tanpa sangka pisau yang ditangan vita terlempar tepat, namun ditangkap Vanya yang tiba²
"Gw apa di di dit di diempat apaempatempatempatempatempatempat ditempat ditempat il il il il il" apap vanya de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de de
"Nutup mata lo ngk akan membuat pisau berubah arah" ucap vita dd
"Dan lo sekarang gw maafin, dan jangan pernah ganggu gw, atau gw akan pengal pala lo" .
"Tunggu pembalsan gw" ancam sisil yg dijawan tatapan malas
"Dasar sianida" gumamnya
"Sianida?" Tanya vina siapa yang mendengar gumam vita dan membuat dk dan yang lainnya menoleh
"Ia sianida, sisil ara nina dita aqa" ucap vita dan buat mereka tertawa
"Bener lo kita panggil aja sianida" ucap vanya yg tertawa belum tina² vita berubah serius
"Ikut gw!" Perintahnya kepada Vira dkk, dan buat Vira dkk berhenti tertawa dan megerutkan dahinya, vita yg mengerti pun jawab
"Ntar gw jelasin" ucap vita pergi kekantin sebelum pergi ia pulang 5 lembar uang 100 ribu untuk pembayaran dikembalikan
Vita dkk pun keluar dari kantin dan lergi keparkiran dan menjalankan mobilnya ke arah markas .....
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~