14.Perusahaan.
Sudah membaca Vita tak kembali Ke Masion, banyak yang mencari. Namun tak ada yang menemukan.
Vita Berjalan menuju Angkat Khusus CEO. Memencet tombol 27 Ruang CEO.
Tinggi
Dengan muka datar masuk ke dalam ruangannya, sebelum masuk ke dalam ruangan ia masuk valle.
Silakan buka beberapa file untuk dibaca-periksa untuk rapat, dan bukan dia yang ikut, tapi sekretarisnya Valle.
Tok Tok
"Masuk" valle pun masuk menunduk hormat.
"Nona perusahaan sudah jadi" lapornya, vita hanya mengangguk tanpa memandang Valle dan malah sibuk dengan papan keyboardnya.
"Ada lagi yang ketinggalan?" Tanya Valle membuat Vita menatapnya.
"Biarkan mereka bertemu lagi 3 bulan lagi, lagi 6 bulan lagi" Ujar Vita, valle hanya mengangguk,
"tolong, aku undur diri" deheman vita pun menjawab. Valle keluar dari Ruangan Vita.
Lihat di laptopnya dan terhubung di CCTV Masion Grand, yang tersedia untuk keluarga dengan wajah muram dan sedih. Vita yang melihat tak tega, Namun sebaliknya.
Akhirnya Vita memutuskan Seminggu lagi ia akan pulang.
Skip☞
Di kediaman Sanxa
Mereka sedang diruang makan karena sekarang sedang makan siang dan menghadapi hari ini weekand.
"Kamu udah Vivi?" Tanya Dira alias mommy kandung Vita
Sebelum nama Ravita Nastasya Grand dia bernama Viviaza Kelysa Sanxa.
"Kita udah berhasil mi, belum 8 tahun detektif kita tak menemukan mi. Kita berdoa semoga Vivi masih hidup mi" ujar Rivan alias Ayah Kandung Vita.
"Pi disekolah aku mirip dengan Vivi. Tapi dia nerd terus sikapnya dingin mi" ucap Tara alias kakak kandung Vita.
"Bener kamu?" Tanya Dira antusias
"Iya mi, dari pandangan, hidungnya, mulutnya mirip dengan Vivi, tapi yang ini sikapnya lebih dingin mi" jawab Tara
"Ya udah pulang papi suruh peka surektif papi Kutu buku, ingin tahu siapa?" Tanya .
Mereka pun membicarakan penjebak Vita dan membahas tentang masalah vita.
"Oh, ayah bilang perusahaan baru bernama R'Y CORP" ucap Tara
"Iya papi udah tau, tapi masa selesai dalam waktu 1 minggu terus udah banyak cabang dan lagi udah ada banyak karyawan, hebat" puji Rivan.
Dira dan Tara hanya mengangguk. Oh ya Dira itu sekretaris Rivan dikantornya dia juga punya butik, salon, yang udah terkenal.
****
Vita mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi menuju kantor barunya. Saat sampai ia pun memarkirkan dan masuk ke dalam.
"Percakapan saya, Nama saya Ravita Nastasya Adalah CEO di perusahaan ini. Saya mempercayakan ke kalian. Dan ingat saya tidak suka penghianat atau korupsi. Jika salah satu dari kalian ada yang memperbaiki atau menghianati saya, keluarga kalian yang akan mencari, coba !! "tegas vita
" Mengerti “ucap mereka serempak
"Karena aku masih muda, kamu bisa meminta aku dengan rindu, tidak mau dengan nyonya, bu atau bos. Dan target kamu adalah 2 bulan jika dalam waktu 2 bulan perusahaan ini masuk ke dalam jumlah besar, makan, kamu akan mendapat 20%" katakanlah Bagi saya karyawan bersorak
"meminta kembali bekerja" perintah vita, para karyawan pun mengerjakan dan mengerjakan pekerjaan masing-masing² melalui
vita, ia memencet tombol 20 ke Dalam Ruangan CEO.
Ting
Lift membuka vita bergerak menuju kearah luar dan masuk ke dalam ruangan.
Tiba²
Tok Tok
"Masuk" wanita sekitar bertemu 22 tahun masuk.
"Nona, saya sekretaris Anda, nama saya Debianka Christabel Vanzya, panggil saya Debi, ada yang bisa saya bantu menerima"
"
"Saya undur diri, nona" vita hanya mengangguk. Vita pun berjalan kearah Jendela besar dan terbuka kota Jakarta yang macet dan penuh. Banyak gedung² pencakar langit. Dan banyak mal dan rumah sakit, restoran dll.
"yang tak ada ikatan darah pun menyayangiku dan merawatku layaknya putri mereka dan adiknya. Aku akan membuktikan orang yang telah membuktikan tak berguna dan hanya merepotkan"
Setelah itu kembali ke meja dan kursi kebesarannya
VITA POV.
Baca lebih lanjut tentang kaya setinggi gunung Fuji. Kantor gue beru berapa banyak yang ingin digunakan sama
"Awal yang bagus" gumaman gue.
Karena file yang sangat banyak. Terpaksa gue harus lembur dan mengerjakan ini semua. Jam 8 malam. Kantor mulai sepi yang hanya dibuka karyawan lembur,
Ishh kantor kerjaan memang menyebalkan tapi inilah risikonya.
Suara perut gue pun membuyarkan konsentrasi karena gue belum makan dari siang. Dan sekarang perut gue pingin dikumpulkan. Gue pun berniat pulang dan mengisi perut gue.
Selesai membereskan bekas yang berserakan di Meja kerja gue dan laptop, gue meregangkan otot-otot yang kaku karena 6 jam gue sedang menyiapkan komputer dan duduk didepan layar laptop. Setelah keluar dari luar menuju parkiran
Lewati
Setelah sampai Masion yang baru beli gue, agar keluarga gue tak perlu gue. Pergi bukan karena marah dengan abang gue. Namun ada yang mengintai rumah Masion gue dan gue yakini dia mengincar gue. Karena tak ingin menghabiskan keluarga, gue pura² marah dan pergi dari Masion. Setelah gue tangkap orang yang mengintai gue, gue pasti pulang.
Kembali ke topik
Gue pun membersihkan diri dan selesai gue ke bawah menuju dapur. Pembantu? Belum mungkin besok sudah ada. Gue pun memasak Nasi Goreng mata sapi setelah itu gue dikemas dan pergi tidur.
°°°°°°°°°°°°°°°°¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯ --------------------- -------------------------------------------------- ---------------------------------------------