42

2032 Kata

Lima hari ini air muka Abi terlihat secerah matahari. Di kampus, wajahnya yang selalu kusut semenjak kecelakaan, kini lebih banyak menunjukkan senyum. Teman-temannya yang jumlahnya sangat sedikit juga bertanya-tanya apa yang telah terjadi pada pria itu, kecuali Raden yang sudah tahu apa yang terjadi pada Abi hingga pria itu lebih sering menghabiskan waktu di rumah sakit siang dan malam. Tak peduli seberapa banyak tugas yang ia kerjakan sampai lembur maupun usiran halus para perawat rumah sakit yang anehnya memaklumi kelakuan pria itu. "Heh, bukannya lo mau ngomong sesuatu ke Reiko?" tanya Raden saat mereka berdua makan siang di warung pecel Bu Ira. Abi secara tiba-tiba menyusul Raden ke Fakultasnya untuk mentraktir pria itu makan siang, anggap saja sebagai ucapan terima kasih yang terlamb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN