43

1807 Kata

"Jadi, bisa kamu ceritain apa alasan kamu sampai takut sama Reiko? Juga maksud perkataan kamu waktu bilang kalau Reiko itu bukan Reiko?" Rara langsung saja membombardir Raden dengan berbagai pertanyaan setelah mereka sudah pergi dari ruang perpustakaan universitas dan kini tengah berada di sebuah tongkrongan yang lumayan sepi. Mereka masih berada di area kampus, yakni di sebuah tempat berteduh depan perpustakaan umum yang lebih mirip seperti pondok minimalis dengan gaya tongkrongan yang modern. Terpaan angin sore menerpa tubuh mereka berdua yang saat ini sedang duduk lesehan di dalam pendopo tersebut. Rara terus memfokuskan pandangannya pada Raden, menunggu dengan tidak sabar cerita dari pria itu yang sampai membuat Raden merasa begitu gelisah akhir-akhir ini. Entah sudah yang keberapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN