22

2009 Kata

Abi dan Raden berjalan menyusuri lorong demi lorong rumah sakit jiwa menuju ruang rawat ibu Reiko berada. Sepanjang perjalanan memasuki rumah sakit, Raden sudah merasakan hawa-hawa yang kurang bersahabat dengannya, bahkan sosok yang menjaga dirinya pun juga sudah memperingati bahwa dia tidak boleh ikut serta mencampuri urusan yang menyangkut gadis itu. Namun demi memuaskan rasa penaarannya, Raden terpaksa ikut dengan Abi. Paling tidak jika dia tidak dapat membantu gadis itu, setidaknya dia dapat memberikan solusi bagi mereka untuk menghadapinya. Semakin dekat dengan kamar rawat ibu Reiko, semakin terasa pengap dan juga hawa yang membuat bulu kuduk meremang. Raden memperhatikan sekitarnya, dan menemukan sosok yang biasa mengikuti ke manapun Reiko pergi tengah melesat seperti bayang-bayang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN