“Dimas!” Dara yang baru keluar dari lift langsung menghampiri Dimas dan Namira yang tengah berpelukan. Dara menarik Dimas dengan keras hingga terlepas dari pelukan Namira.”Ngapain kamu peluk-peluk pacar aku?” Namira menatap Dara dengan kesal. “Dimas ini calon suami aku. Aku sedang mengandung anaknya.” “Apa?” Dara berganti menatap Dimas.”Serius, Mas?” “Iya,” kata Namira dengan puas sudah membuat keduanya bertengkar. “Itu enggak benar. Namira Cuma mengada-ada. ”Dimas menegaskan sambil menatap Namira dengan benci. “Dimas, jangan main-main...kalau sampai ini benar, aku enggak bakalan muncl di hadapan kamu, Mas,”amuk Dara. “Ya kalau begitu...sudah pergi saja sana,”kata Namira. “Diam!” bentak Dara. “Hei...hei sudah, ada apa ini?”Doni datang melerai mereka semua. “Don, Namira masih saja
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


