Dara tertunduk, menahan tangisnya yang kini terasa menyesakkan dada.”Ini bukanlah pilihan Dara, Pa, tapi ini takdir yang sudah digariskan Tuhan untuk Dara. Kematian Kak Daksa juga merupaka bagian dari garis Tuhan. Dara harap Mama dan Papa bisa merelakannya.” Sang Mama menatap Dara dengan marah.”Apa? Mudah sekali kamu bicara begitu Dara? Kamu tidak tahu betapa sulitnya kami membesarkanmu? Sekarang kamu bersikap seperti ini?” “Tante...Om, Maaf sebelumnya. Apa yang membuat Om dan Tante tidak merestui hubungan kami ini?” tanya Dimas. “Karena...Dara sudah kami jodohkan dengan Reza. Tidak ada pilihan lain,”jelas Mama Dara. “Ma, kenapa Dara enggak bisa memilih. Dara anak Mama, kan? Kenapa diperlakukan seperti ini seolah-olah hanya Kak Daksalah anak Mama dan Papa,”isak Dara. Dimas mengusap pu

