Bab 17

999 Kata

Air mata Dara mengalir begitu deras. Ia merasa semua ini tidak adil baginya.”Ini enggak adil, Pa, kenapa semuanya jahat sama Dara.” “Jahat bagaimana?” “Sejak Kak Daksa meninggal, Mama sama Papa enggak pernah menganggap Dara anak lagi. Kalian menganggap Dara ini adalah penyebab kematian Kak Daksa. Andai waktu bisa diubah, Pa, lebih baik Dara yang mati. Karena seolah-olah hanya Kak Daksa anaknya Mama sama Papa.” Papa Dara terdiam, wajahnya terlihat begitu dingin. Kemudian ia meninggalkan Dara seorang diri. Dara menangis sejadi-jadinya. Reza yang sedari tadi mendengarkan percakapan mereka segera menghampiri Dara. Ia memberikan pelukan pada gadis yang saat ii hatinya begitu rapuh. Dara pasrah berada di pelukan Reza, ia tidak tahu lagi harus bagaimana. Ia hanya ingin menikah dengan Dimas. J

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN