Bab 16

959 Kata

Dimas menuju ke rumah orangtuanya karena Dinda menghubungi dan menyuruhnya agar segera datang ke rumah. Tanpa rasa heran, Dimas pun segera ke sana usai mengantarkan Dara ke bandara. Di halaman rumah, ada sebuah mobil yang tak Dimas kenal Ia segera masuk ke dalam. Baru saja selangkah ia masuk, tiba-tiba seseorang menonjok pipinya. Tara dan Dinda langsung berteriak histris. “Kenapa aku dipukul?” Dimas memegangi pipinya yang berdenyut setelah kena tonjokan. “Kau masih nanya kayak gitu setelah menghamili adikku?” Pria yang menonjok Dimas menatapnya marah. “Siapa adikmu?” Dimas kebingungan. “Namira!” “Aku enggak hamili Namira.” Pria berbadan besar itu mencengkeram leher baju Dimas. ”Tapi, Namira yang mengatakan kalau kau menghamilinya!” “Dimas...kamu jujur, bener kamu hamili Namira?” t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN