Sebulan berlalu. Hari ini, akhirnya Dara memutuskan untuk menemui kedua orangtuanya untuk memberi tahukan perihal hubungannya dengan Dimas. Itu juga setelah Dimas ngambek karena Dara terkesan memperlambat semuanya. “Kamu berapa lama di sana? Aku ikut ya?” kata Dimas sambil bersandar manja di pangkuan Dara. “Beberapa hari, sayang. Kamu jangan ikut dulu, nanti Mama sama Papaku kaget. Aku kan harus kasih tahu dulu...terus nanti kamu nyusul deh ke sana,” kata Dara meyakinkan Dimas. “Iya deh. Tapi, jangan lama-lama perginya. Aku kangen.” Dimas mengubah posisinya lalu mencium pipi Dara. Dara tersenyum.”Iya. Kita pergi sekarang ya?” Dimas mengangguk, ia segera menyeret koper Dara dan membawanya ke mobil Ia segera mengantarkan Dara ke bandara. Satu jam perjalanan terlewati melalui jalur udar

