Bab 14

1114 Kata

Perasaaanya bahagia tiada terkira. Saaat ini wajahnya merah sekali, hingga ia tak berani menatap Doni di belakangnya. Lalu keduanya sama-sama lelah dan mengantuk, lalu tertidur. Sekitar pukul enam pagi, Doni terbangun karena miliknya memberontak. Doni melirik ke sebelahnya, Namira masih tertidur pulas. Jam sudah menunjukkan pukul enam, di luar juga sudah sedikit cerah. Doni menenggelamkan wajahnya ke dalam selimut, menciumi tubuh Namira dari dalam sana. Namira terbangun dan merasakan dadanya diremas dan dipuja oleh pria di atasnya. Bahkan saat ini dadanya terasa dingin terkena sapuan lidah yang basah. “Dimas...,”rintihnya. Namira hanya bisa diam menikmati perlakuan Doni. Tubuhnya bergetar hebat saat miliknya disentuh oleh jari. Doni meneruskan aksinya, miliknya juga sudah meegang semp

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN