“Habisnya kamu enggak angkat telponku. Chat aku juga Cuma dibaca,” balas Namira kesal. “Sorry. Terus kamu gimana sekarang?” “Aku nginap di apartemen kamu aja, Dim,” kata Namira. “Nanti Mama kamu nyariin, Mir,” kata Dimas. “Aku tadi pamit sama Mama nginap di rumah temenku. Jadi, enggak bakalan nyariin.” Namira mencari-cari alasan agar ia bisa menginap di apartemen Dimas. “Memangnya kamu ada perlu apa, sih?” Dimas membuka pintu. “Aku...rindu aja sama kamu, Dimas. Tapi, ya udah lah kalau yang itu abaikan aja. Aku nginap di sini, ya, Dim?” Dimas mengangguk saja. Tidak masalah Namira akan menginap di apartemennya karena malam ini ia memang akan menginap di rumah Mamanya.”Ya udah yuk masuk.” Namira mengikuti Dimas dengan jantung yang berdegup kencang. Ia meremas tangannya sendiri saat m

