Dimas meraih ponselnya dan mengecek siapa yang menelpon.”Namira? Ngapain ini anak.” “Kamu enggak tegas sama dia, Mas...Dia itu masih ngarep sama kamu.” Dara berceloteh sambil mengaduk-aduk masakannya. “Kurang tegas gimana kalau sejak awal aja aku udah bilang enggak mau sama dia.” “Kamu harus kasih tau juga bahwa kamu udah punya pacar,” kata Dara lagi. “Pastilah!” Dimas membuka pesan dan tercengang melihat puluhan pesan dari Namira. Ia mendesah panjang. Wanita itu mengajaknya bertemu.”Dia ngajak ketemu, sayang.” “Tolak aja! Aku enggak suka.” Dimas tersenyum. Ia segera meletakkan ponselnya di meja dan menghampiri Dara. Ia memeluk kekasihnya sekali lagi, kali ini menenggelamkan wajahnya ke leher Dara. Kedua tangannya dengan nakal meremas d**a Dara. “Sayang...aku lagi masak.” Dara mempe

