“VALEEENNN!!!!" Azalea berteriak dalam tidurnya lalu reflek terbangun dari posisi berbaring dengan napas yang naik turun dan peluh yang membasahi kening serta tangan yang memegangi jantungnya sendiri yang berdetak cepat. Diedarkannya pandangan ke area sekitar lalu menghela napas lega saat melihat kamar apartemennya yang sepi dan temaram. Tirainya masih tertutup sehingga menghalangi cahaya matahari dari luar yang sudah mulai meninggi masuk ke dalam. "Astaga!!!" desahnya seraya merunduk dan memegangi kepalanya dengan kedua tangan lalu menyisir rambutnya ke belakang dan menarik napas panjang merasa lega luar biasa, lalu memeluk kedua lututnya yang dia tekuk di depan dadanya. "Syukurlah hanya mimpi." Lea benar-benar bersyukur karena ternyata insiden kecelakaan Valen itu hanya mimpinya sema

