Awali pagimu dengan Anya dan Yohan ehehe. Btw aku minta tolong tap love innocent Husband dong kak ehehe *** Anya melirik sekilas pesan yang diberikan Yohan. Entah mengapa Anya sama sekali tidak tertarik, dan mungkin akan membiarkan Yohan ke sini. Terlalu malas untuk membalas pesan Yohan. Rasanya ditinju sedep-sedep anyep memang. Tapi yang membuat Anya lebih kesal adalah, karena dia pergi tidak bilang-bilang ke Anya. Seandainya Anya gak tanya sama Eros, apa dia sendiri bakal tau kalau sekarang Yohan pergi ke arena yang membuatnya terluka. "Aku khawatir berlebihan lagi," gumamnya kecil. Anya menghela nafas, karena daritadi memegang banyak dokumen tapi rasanya sangat hampa. Alias gak fokus untuk bekerja. Teringat juga ucapan teman Yohan yang kemarin. Anya bangkit ke ruangan Papa mertu

