Satu bab lagi ehehe sampai ketemu besok wkwkw *** Yohan hanya diam ketika Anya mengambil kotak P3K dan mengoleskan salep, agar luka lebam Yohan segera membaik. Sejujurnya Anya tidak tega melihat Yohan seperti ini. Terdengar suara yang tidak mengenakan, mengatakan kalau Mendiang Mama Yohan adalah selingkuhan. Yohan terus diam dan tidak meringis, padahal Anya yakin kalau olesannya tadi sedikit kasar. Maklum, Anya masih terbawa kesal dengan masalah tadi di arena balap. Setelah selesai mengoleskan salep di bibir Yohan. Anya membuka jaket kulit yang dia kenakan, hendak melangkah menuju ranjang, matanya sudah ngantuk. "Kak Anya," panggil Yohan. Anya mengurungkan niatnya, kemudian menatap Yohan dengan sebuah kernyitan di dahinya. "Ada apa? Kamu masih merasa sakit? Atau waktu sendirinya sud

