*** "Kamu jadinya magang dimana?" Mereka saat ini menikmati makan malam bersama. Cukup jarang terjadi mengingat sang Papa yang suka sibuk di luar sana dan jarang pulang ke rumah akhir-akhir ini. "Masih nyari pa, belum nemu." "Kenapa gak magang di perusahaan Papa aja?" Sejenak Yohan diam, dia melirik ke arah Anya yang saat ini memalingkan wajahnya karena tidak ingin membantu Yohan untuk mengatakannya pada sang Papa mertua. Yohan yang iseng menarik satu sudut bibirnya dan menjawab ucapan sang Papa sembari melirik ke arah Anya yang membuang muka. "Kata Kak Anya, mending magang di perusahaan lain aja Pa, padahal Yohan mau di perusahaan Papa biar enak gitu ketemuan sama Kak Anya," ucap Yohan. "Betul begitu, Anya?" Tanya Papa dengan serius. Anya menganggukkan kepalanya tanpa ragu, uda

