pagi harinya, Eliza bangun sangat awal karena dia tadi malam tak dapat tidur dengan nyenyak, Derry membangunkan ke dua adiknya dan menyuruh mereka untuk sarapan, "Eliza,ini untukmu, makanlah" Derry menyerahkan nasi bungkus yang ia beli di depan jalan.
Derry tak pandai masak, kedua adiknya juga, mereka hanya memasak nasi dan beberapa lauk setiap harinya, namun bagi Derry itu tidaklah masalah.
"makasih kak," kata Eliza dengan tersenyum pada Derry,
"El, kak Derry itu baik loh, walaupun dari luarnya dia kelihatan galak tetapi kami saja sangat di sayangi,benarkan kak" tanya Selly pada kakaknya yang sedang makan , "iya dong ,kak Derry" kata wanita yang belum di Thu oleh Eliza namanya, "oh ya, aku Amy, kakak Selly, kami berdua di besarkan Derry saat kami baru berusia 11 tahun, sat itu.." Amy tidak melanjutkan kata-katanya, Amy lalu menunduk tak berbicara, "Amy, jangan di lanjutkan dek, ngapain sih buat kamu teringat lagi dengan yang s**u" kata Sri sambil menatap Amy yang sedang menunduk sambil memakan makanannya, "aku sangka, kak Derry adalah seorang preman, jujur saja aku sangat takut dengan preman" kata Eliza sambil melirik Derry dengan ragu, "mana mungkin, kak Derry ini memang begini orangnya, penampilannya saja yang sedikit garang, tetapi dia sangat baik, dan sangat menghargai wanita,
kata Amy, mereka kemudian tertawa bersama.