Selly malu-malu pada Eliza karena baru mengetahui tenyata Eliza adalah sebatang kara,
"El,,, hidup kita sama sekarang, sama-sama tak memiliki orang tua, hanya saja... kamu sudah di tinggalkan untuk selamanya oleh orang tua kamu,tetapi aku dan Amy di tinggalkan dengan sengaja oleh ibu kami" Selly berkata dengan sedikit cemberut, Eliza yang mendengar itu hanya bisa tersenyum dan menjawab " Selly, kita tidak pernah tahu, akan lahir di kehidupan mana, aku awalnya sangat putus asa karena sudah tak memiliki siapapun, bahkan sebelum aku ke kota ini, aku melayat ke kuburan orang tua dan pamanku, tetapi saat itu muncul seorang wanita yang entah dari mana, dia menghardik aku dengan mengatakan aku adalah wanita pembawa sial, saat itu kesedihan yang aku punya sudah sedikit mereda, namun perkataan wanita tadi menambah kesedihanku lagi ,tetapi aku sampai saat ini masih terus berusaha hidup dengan baik" Eliza memandang Selly dengan mata berkaca-kaca, rasanya dia ingin menangis saat ini, tetapi Eliza bukanlah wanita yang lemah.
"benarkah, aku bahkan mengira kamu masih memiliki seorang kakak atau adik,maaf ya jika aku telah membuka lagi kesedihan yang kamu rasakan," Selly berkata sambil sedikit memukul mulutnya dengan pelan, itu mengisyaratkan bahwa dia telah salah berbicara.
Eliza hanya tersenyum dan mengangguk pada Selly , tiba-tiba Derry dan Amy baru saja kembali dari mengurusi sedikit pekerjaan, " Eliza, aku telah menemukan pekerjaan yang cocok untukmu, menjadi pelayan di restoran dekat pertigaan jalan, itu dekat dari sini, kamu bisa tetap tinggal di sini dan bekerja di sana, tetapi kamu juga harus membayar sewa untuk biaya pembayaran listrik dan air, karena saat ini memang ini adalah rumah kami, tetapi tak mungkin tak menggunakan listrik, jadi kamu bisa mengerti kan?" Derry mencoba menjelaskan pada Eliza, dia sedikit enggan tetapi semua orang tahu, tinggal di kota bukanlah masalah yang gampang dan semuanya butuh uang.
Eliza sedikit mengangguk dan menjawab " kak Derry, aku memang dari desa, tetapi kehidupan di kota semua orang juga tahu semua serba membutuhkan uang, tentu tinggal pada tempat di manapun pasti harus memikirkan biaya, setidaknya untuk makan harus memiliki beberapa ratus ribu" Amy yang hanya berdiri di samping Derry tentu tak tahan untuk mengangkat bicara, " jadi kami mau tidak bekerja di sana, kebetulan aku juga bekerja di sana menjadi kepala pelayan, setidaknya aku bisa memantau kamu dan mengajari kami bagaimana pekerjaan di sana" kata amy, "tentu kak, tentu, aku mana mungkin menolak pekerjaan itu, saat ini juga aku tidak punya uang sedikitpun karena kecopetan kemarin, dan untuk makanan... aku akan membayar setelah aku menerima gaji," kata Eliza sambil memandang Derry,. " ah, itu tidak perlu, besok juga kamu sudah bisa bekerja, hanya beberapa puluh ribu tak akan membuat aku miskin dalam sehari," kata Derry sambil melambaikan tangan untuk berlalu dari percakapan mereka, Eliza merasa hangat sekarang ,dia baru beberapa hari di sini namun suasana hatinya membuat dia sangat nyaman, bukan karena apa tetapi kebersamaan mereka membuat dirinya seperti bangkit dari kematian.