Setelah menikmati makanan dari ibunya yang begitu enak, Deren pun bergegas untuk pergi kekantor dan untuk pertama kalinya dalam sekian waktu ibunya kembali tersenyum untuk mengantar kepergiannya menuju kantor. Sudah sangat lama rasanya ia tak melihat hal senyuman itu di bibir ibunya. Kini ia bisa melihat lagi. Deren menjalankan mobilnya menuju kantor dengan kecepatan sedang, ia tak sedang buru-buru saat ini hanya, meskipun sampai di kantor ia yakin ujian juga belum di mulai, karena ujian di mulai pada pukul delapan pagi, atau sekitar 30 menit lagi. Di dalam mobil ia masih membayangkan dan masih memikirkan tentang keadaan ibunya hari itu, ia berharap ibunya akan terus melakukannya. Ibunya sebenarnya secara fisik tidak sakit, hanya pikirannya saja yang tertekan oleh keadaan, mentalnya yang

