62

1128 Kata

Saat Brish menyadari bahwa Liones sudah pergi, ia pun berusaha bangkit dengan memegang perut dan pundaknya yang di tendak Liones tadi. Ia sedikit menggeser tubuhnya agar bisa bersandar di sebuah batang pohon. Saat ini ia merasa bahwa kematian sudah sangat dekat dengannya, ia tak bisa melakukan apapun, meskipun masih ada 30 menit tapi ia tak kuat mengejar Liones lagi. Tubuh Brish kini sudah begitu lemah, jangankan mengambil kembali bendera itu untuk berdiri dan berjalan saja ia tak bisa melakukannya. Brish sudah tahu bahwa ia akan kalah dalam ujian babak kedua itu, karena firasatnya begitu kuat meskipun ia berusaha mengelaknya. Dengan kuat tenaga ia menyerang dan bertahan dengan melawan Liones tapi tetap saja ia kalah, ia pikir dengan melakukan hal itu ia bisa menghilangkan firasatnya sepe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN