63

1368 Kata

Brish sudah melewati babak pertama dengan pertaruhan nyawa dan kekuatan, ia tak banyak melakukan penyerangan ia hanya bisa bersembunyi dan tak berharap bertemu dengan peserta lain, hingga akhirnya ia salah satu dari 40 peserta yang lolos kebabak kedua dan harus memperebutkan bendera biru pembawa malapetaka itu, meskipun akhirnya ia tahu. Sekarang ia berada di sana, dengan tubuh penuh luka luar dan dalam, ia tak bisa melakukan apapun lagi selain hanya bisa pasrah karena ia tahu bahwa ia sudah kalah telak dari musuhnya yang kini pergi entah kemana dengan membawa bendera itu. Ia sudah tak mampu mengejar apalagi melawan dengan tubuhnya saat ini. Brish hanya bisa pasrah dengan keadaan, cepat ataupun lambat pasti ia juga akan mati nantinya. Ia tak bisa mengelak lagi, jika pun saat ini ia masih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN