Sementara di babak kedua ia tak mungkin menghindar, karena jika ia mengindarkan dan pergi bendera akan di ambil lawannya, lalu membuat dirinya kalah telak karena bendera biru itu adalah tanda ia lolos babak kedua. Apalagi saat ini musuhnya adalah seorang perempuan yang ia lihat begitu kuat, bahkan tenaganya saja ia tak bisa mengimbangi. Berbeda dengan Mithia, Sakila lebih agresif ia sudah mengalahkan beberapa musuh di babak pertama, tidak banyak tapi mereka semua bisa ia lumpuhkan dengan mudah, ada beberapa yang berhasil melukainya dan hampir membuatnya terbunuh bahkan, tapi ia bisa selamat dan masih hidup sampai ini dengan sebuah keberuntungan hal itu. Sejak Sakila berusia tujuh tahun, ia sudah dilatih kakeknya untuk menekuni beladiri, menurut kakeknya sebagai seorang perempuan beladiri

