Ujian hari kesepuluh babak kedua dimulai kembali, semua anak-anak yang belum mendapatkan titik koordinat untuk mencari bendera biru pembawa petaka itu terus menanti sampai waktu yang di tentukan untuk mereka, mereka sudah menanti lebih dari empat hari, ada yang bosan bahkan ada yang merasa bosan karena sampai hari itu belum juga mendapatkannya. Hal yang sama terjadi pada Sakila, ia bahkan sampai tak tahu harus melakukan apa, karena ia terus menunggu untuk mendapatkan titik koordinat itu. Perempuan keturuan Afrika-Asia dulu sebelum terjadinya peperangan berulang kali merungut karena ia merasa begitu bosan, padahal ia berharap secepatnya melawan peserta yang lainnya, ia berharap bisa menang. Dengan apa yang ia miliki saat ini ia bisa begitu sombong dengan mengalahkan musuh-musuhnya, karena

