Sampai di rumah, Aril langsung menemui pamannya. Zico yang berdiri di depan sebuah lukisan. Ia menatap lukisan itu senang. Yah.. Itu adalah lukisan milik anaknya Cyrine. Memories from Heaven. "Tio Zico." Sapa Aril. Zico berbalik mendengar panggilan itu. Lucas menatap laki-laki berbadan tegap. Ia memiliki rambut Coklat tua dan mata Biru ke Abu-abu an. Rambutnya panjang yang ia ikat rapi di belakang. "Aril." Balasnya dengan tersenyum. Ia lalu memeluk Aril erat. Aril membalas pelukannya. Ketika melihat bocah kecil yang mirip sekali dengan Aril, Zico menatapnya takjub. Ia lalu menyapa anak kecil itu menggunakan bahasa Inggris. Yah... Sama seperti Cyrine, Zico sama sekali tak bisa bahasa Indonesia. Ia hanya mengerti beberapa bahasa karna mendiang Diana, ibu kandung Aril mengajarinya ketik

