BAB 1
Sudah tiga tahun Cyrine menyembunyikan dirinya dari keramaian sejak terbunuhnya temannya di Las Vegas. Sejak itu pula Cyrine berhenti untuk sekolah. Lebih dari dua tahun ia tak pernah keluar dari rumah dan baru setahun ini ia mulai keluar dari rumah hanya untuk berjemur mencoklatkan kulitnya.
Natalia Cyrine Arley. Perempuan berusia 22 tahun. Keturunan asli Brazil-Lebanon. Saat ini ia sedang liburan ke Lebanon. Dan ini pertama kalinya sejak tiga tahun Cyrine keluar dari rumah besarnya. Cyrine berniat liburan memang. Karena kota disini tepatnya di Beirut juga tak kalah indah seperti Paris. Julukan Beirut sendiri adalah Paris of the East.
Ketika liburan di Lebanon. Cyrine bertemu dengan sepupunya, Aril. Cyrine sudah menganggap Aril bak kakaknya sendiri. Yah, Meskipun mereka jarang bertemu.
"Cyrine ... Aku akan menikah. Kamu datang ya." kata Aril dengan memberikan undangan pernikahannya.
Cyrine sempat kaget tadi melihat Aril bersama seorang anak kecil yang sangat mirip dengannya. Setelah ia cari tau ternyata anak itu adalah anak laki-laki itu sendiri. Yah, kakaknya itu ternyata mencuri start duluan. Ia tak habis fikir kenapa laki-laki seperti Aril bisa menghamili perempuan. Terlebih Aril tinggal di Indonesia. Negara Timur yang bahkan tabu untuk sekedar berciuman di depan umum. Padahal ia sendiri yang besar di Brazil negara sebebas itu saja belum pernah menghabiskan One night Stand dengan seseorang. Bukan karna Cryrine tak laku atau taat beragama atau ia sedang menjaga tubuhnya untuk suami masa depannya. Bukan. Ia tak mau melakukannya karna belum ada laki-laki yang mampu mengetuk hatinya. Setidaknya ia harus menghabiskannya dengan orang yang di cintainya. Itulah yang di pikirkan Cyrine.
"Aku sudah dengar dari papamu. Katanya tiga tahun ini kamu mengurung diri. Kamu bahkan tidak melanjutkan studymu lagi."
Cyrine menganguk.
"Kenapa?" tanya Aril penasaran.
"Gapapa."
"Kamu masih berduka?"
Cyrine menggeleng.
"Coba pergi ke Indonesia. Kamu suka laut kan?? Disana banyak pantai, laut yang indah. Nggak kalah dari laut Mediterania disini. Disana juga banyak cowok yang eksotis. Bukannya kamu suka laki-laki seperti itu?" goda Aril.
Cyrine tersenyum kecil. "Disini juga banyak. Ngapain cari jauh-jauh kesana."
"Kamu bisa tinggal denganku nanti. Dengan Rasya, Gabriel, dan Keino. Kamu nanti juga bisa ngajarin Gabriel ngelukis. Kamu masih suka ngelukis kan?"
Cyrine menggeleng. Ia sudah berhenti melukis sejak tiga tahun lalu.
"Oke, kalau pun nanti kamu nggak mau. Kamu wajib datang ke pernikahanku!"
"Yah." jawab Cyrine.
Oleh karna itu, sehari sebelum pernikahan Aril, Cyrine pergi ke Indonesia. Kedatangan Cyrine sempat menghebohkan orang di pesta pernikahan itu. Perempuan itu memasuki gedung dengan membawa koper besar dan kacamata hitam besar dan topi lebar. Khas orang akan liburan bukan orang yang hendak menghadiri acara pernikahan.
Cyrine menitipkan kopernya lalu ikut berfoto dan mengucapkan selamat. Seusai acara pernikahan, sebelum Aril dan Rasya pergi menghabiskan malam pernikahan mereka, Aril mengenalkan Cyrine kepada teman-temannya. Tapi Cyrine menolaknya.
"Aku lebih suka langsung pulang ke rumah." kata Cyrine.
Akhirnya Aril menyuruh sopirnya mengantarkan Cyrine. Dan mulai sejak saat itu Cyrine tinggal di rumah Rasya dan Aril. Aril bersyukur karna Cyrine mau aktif keluar rumah setelah seminggu mendekam didalam rumah. Meskipun hanya pada malam hari Cyrine akan kelur rumah. Bertolak belakang dengan keinginannya untuk mencoklatkan kulitnya.
****
Sudah dua minggu Cyrine tinggal di Indonesia. Aril berusaha mengenalkan Cyrine kepada teman-temannya ketika ia sedang mengadakan pesta atau Aril di undang untuk pesta di rumah temannya. Tapi lagi-lagi Cyrine menolak. Ia lebih memilih mengurung diri atau menyibukkan dirinya dengan melakukan latihan pole dance. Aril sebenarnya penasaran apa yang membuat Cyrine menjadi seperti itu. Tapi Cyrine tak mau membuka mulutnya. Seolah ada rahasia besar dibalik semua itu.
Cyrine sedikit terganggu mendengar suara tawa yang keras. Berasal dari taman belakang. Sepupunya tadi sedang mengadakan pesta. Cyrine sendiri di suruh turun dan bergabung jika ia berminat dan sedang tidak sibuk, tapi Cyrine menolak. Ia lebih memilih mengintip dari balik jendela kamarnya yang gelap. Dan disana ia melihat seorang laki-laki berkulit coklat sedang meminum wine dengan bersandar di bawah pohon. Kemejanya sedikit terbuka memperlihatkan d**a bidang laki-laki itu. Cyrine tak tau, ia merasa tak asing. Rasanya ia ingin berlari ke arah laki-laki itu, memeluknya, membelai wajahnya. Cyrine tersenyum kecil. Kenapa otaknya sangat kotor sekarang?
Sejak saat itu ia selalu memikirkan Laki-laki yang bersandar di bawah pohon itu. Cyrine berusaha melupakannya. Tapi ia tak bisa. Wajah laki-laki itu selalu menghantuinya. Lebih baik sekarang ia membuat kesibukan yang lain. Oke, Cyrine langsung bersiap-siap pergi belanja.
"Rasya aku mau jalan-jalan." kata Cyrine.
"Kamu mau kemana?"
"Belanja maybe. Kamu mau ikut?" tanya Cyrine.
"Iya." jawab Rasya.
Dan disinilah Cyrine, pergi berbelanja di mall. Cyrine membeli beberapa baju. Dan ketika ia melihat beberapa alat lukis. Kakinya membawanya masuk. Cyrine teringat laki-laki itu lagi. Tiba-tiba Cyrine ingin melukisnya. Cyrine langsung membeli beberapa peralatan yang ia butuhkan dan meminta untuk di antarkan di rumah kakaknya. Jelas Rasya melihatnya penasaran sekaligus senang. Cyrine mau melakukan hal lainnya lagi. Rasya sendiri sudah pernah melihat lukisan Cyrine. Sangat bagus.
"Kamu mau ngelukis lagi?" tanya Rasya.
Cyrine tersenyum lalu menganguk.
"Tiba-tiba aja aku ingin ngelukis lagi. Moga aja masih bisa." jawab Cyrine.
"Aku yakin kamu pasti bisa." kata Rasya menyakinkannya.
Cyrine menganguk mantap. Ia akan mulai melukis lagi. Dan lukisan pertamanya akan ia dedikasikan kepada laki-laki misterius itu lagi.
*****
Cyrine menatap sebal kanvas di depannya. Ia sudah mengulangi melukis sebanyak 10 kali. Dan semuanya memiliki hasil yang jelek. Padahal ia masih mengingat jelas laki-laki itu. Tapi kenapa ia merasa kurang terhadap lukisan yang dibuatnya??
Lebih baik sekarang ia pergi minum sebentar.
"Mau kemana kamu?" tanya Aril galak.
"Cari inspirasi!" jawab Cyrine.
"Awas kalau kamu pulang mabuk!" ancam Aril. Karena setiap pulang, Cyrine selalu mabuk dan membuat masalah.
Cyrine hanya menjulurkan lidahnya mengejek.
"Awas ya!!" peringat Aril. Aril benar-benar senang Cyrine mulai menjalani hidupnya lagi. Tapi, melihat Cyrine yang mulai berbuat gila jika ia mulai mabuk membuatnya tak bisa bernapas dan berfikir. Rasanya ia bisa saja gila.
Cyrine menuangkan minum di gelasnya. Ia tak tau sudah seberapa banyak ia minum ketika hendak kembali Cyrine bertemu dengan laki-laki itu kembali. Laki-laki yang duduk di bawah pohon rumah Aril dengan memegangi gelas Wine. Ia terlihat sangat sedih. Akhirnya Cyrine memberanikan dirinya untuk mendekati laki-laki itu.
"Hai Sexy," sapanya dengan tersenyum yang kini duduk disampingnya.
Laki-laki itu menoleh lalu menunjuk ke arah dirinya sendiri. Cyrine tersenyum lalu menganguk.
"Hai." balasnya.
"Any problem??" tanya Cyrine.
"You can tell me everthing. I swear i will keep my mouth shut!" ucap Cyrine yang berusaha menyakinkannya.
Laki-laki itu diam.
"I thik you have a problem. At least you will be okay after telling me."
"Maybe?" tambah Cyrine yang ikut meminum whisky milik laki-laki di sampingnya itu.
"Aku cinta seorang perempuan. Sudah 11 tahun. Dan 11 kali aku ngelamar dia. " jawabnya menggunakan bahasa Indonesia. Cyrine tak paham apa yang di ucapkan laki-laki itu. Tapi sepertinya ia paham jika ini adalah masalah cinta.
"How old are you?" tanya Cyrine kemudian.
"26."
Cyrine menganguk lalu meminum whiskynya. Kalau yang ini ia sedikit mengerti.
"11 kali aku juga di tolak. Aku berjanji kalau kemaren akan jadi lamaran terakhirku untuknya. Tapi tetap saja. Aku ditolak."
Ia menarik napas sebelum melanjutkan perkatannya.
"Semua teman-temanku sudah menikah, ada yang punya anak, ada yang lagi hamil. Tapi aku, dapetin satu perempuan aja susah."
"I don't think like that."
"Hmm?" tanyanya yang kini menatapnya.
Cyrine tak mengerti apa yang di katakannya. Tapi sepertinya ia paham jika ini tentang perempuan. Karna ketika di rumah Aril ia melihat laki-laki itu sendirian sedangkan para temanya membawa pasangan.
"I think i love you at first sigh." goda Cyrine dengan tersenyum lebar. Jika Aril tau, Cyrine pasti akan di kirim ke Brazil karena telah bersikap seperti perempuan murahan. Laki-laki itu menatapnya dan menyentuh pipi Cyrine. Jantung Cyrine berdebar keras ketika laki-laki itu menatapnya intens.
"Matamu cantik." puji laki-laki itu.
Wajah Cyrine memerah mendengarnya "I know that sexy." Balas Cyrine.
Laki-laki itu terkekeh. Ia lalu mengusap wajah Cyrine lagi dan mendekatkan bibir mereka. saling menempel, saling menyecap, saling masuk.
Jantung Cyrine berdebar keras. Ia tak menyangka jika laki-laki itu hebat dalam mencium perempuan.
"One night stand?" tanya Cyrine tiba-tiba. Otak Cyrine pasti tertinggal di rumah ketika mengatakan itu.
"Siapa namamu?" tanyanya.
Cyrine tau kata ini. "Cyrine."
"Lucas."
"Let's play baby." bisik Lucas yang langsung menarik Cyrine berdiri.
Setelah itu mereka pergi ke hotel terdekat dengan menaiki Taxi.
Sesampainya di dalam kamar mereka. Lucas langsung menarik Cyrine. Ia mencium perempuan itu menuntut. Lucas mencium dengan rasa sedihnya. Perempuan itu dengan rasa yang tak diketahui Lucas.
*****
Cyrine memegangi kepalanya sebelum bangun dari tidurnya. Badannya terasa sangat sakit. Terutama bagian intimnya.
"Awh," rintihnya.
"Kamu sudah bangun?"
Mendengar suara laki-laki Cyrine langsung tersadar. Laki-laki yang sedang duduk depannya, bukannya dia temannya Aril? Apa yang dilakukannya di kamarnya?
"What are you doing in here?" tanya Cyrine bingung.
Laki-laki itu menghela nafas. Lalu memberikan baju kepada Cyrine. Ia memalingkan wajahnya yang memerah.
"Wear your clothes first."
Cyrine menatap laki-laki itu.
"Please!" Lanjutnya.
Cyrine menatap badannya. Ia lalu sadar jika ia tak memakai apapun. Cyrine langsung menaikan selimutnya menutupi tubuhnya. Cyrine ingat kini. Apa yang sudah dilakukannya. Bisa-bisanya dia menggoda laki-laki yang sedang mabuk. Terlebih orang itu adalah teman sepupunya sendiri. Cyrine mendesah. Mau di taruh dimana ini nanti wajahnya. Ia berdoa semoga laki-laki ini belum memiliki istri atau kekasih. Rasanya tetap saja menjijikan karna telah bercinta dengan laki-laki milik orang lain.
Cyrine menerima bajunya. Ia lalu bangkit hendak pergi ke kamar mandi. Tapi tak sengaja kakinya terbelit selimut dan ketika hendak terjatuh Lucas langsung menariknya kedalam pelukannya.
"Ceroboh banget sih."
Lucas langsung menggendong perempuan itu ala Bridal style dan menaruhnya di kamar mandi. Tak lupa Lucas menutup pintu tersebut. Jantung Cyrine berdebar keras. Ia segera mengenakan bajunya dan keluar.
"Kita bisa lupain aja kejadian malam ini. Sorry!" Kata Cyrine yang kemudian mengambil tasnya.
Lucas menatap Cyrine.
"Ngelupain semua??"
Cyrine menganguk.
"Serius?"
Cyrine menganguk lagi. "Anggap aja ONS." jawab Cyrine remeh.
"Namamu?"
"Cyrine."
"Aku Lucas. Ini kartu namaku. Kalau butuh sesuatu. Kau bisa langsung menghubungiku!" Kata Lucas dengan memberikan kartu namanya. Cyrine menerimanya dan langsung berjalan keluar meninggalkan Lucas.