Ponsel Alex berdering nyaring, Aisyah menatap benda mungil itu. panggilan Troy Darwin. Benda yang sejak tadi tidak berfungsi tanpa sinyal, kini seolah udara yang mampu membantu Aisyah bernafas lega. Mata Aisyah berkaca kaca menatap benda mungil itu, ia bisa meminta bantuan Ayah mertuanya sekarang. Dengan segera gadis bercadar itu menekan tombol hijau yang tertera. "Pa...Pa.. Pa, Alex pa. Alex pa...." "Ada apa nak ? Apa semuanya baik-baik saja? “ Troy tahu semua tidaklah baik. Suara Aisyah yang parau dan juga salam yang tidak terucap dari Aisyah membuat Troy tahu semua tidak berjalan dengan baik. "Pa.... Alex.. Alex," gadis itu terisak. "Tenang nak... sekarang jelaskan apa yang terjadi." Aisyah menghapus kasar air matanya. Ia berusaha tenang. Lalu perlahan lahan menjelaskan semuanya

