Epilog

380 Kata

Aisyah tersenyum sendu. Air matanya sudah kering, bibirnya mengembang lembut di balik cadar. Gadis itu mengamati sinar orange yang menghiasi langit di balik kaca jendela. Ia terdiam sesaat saat matahari mulai menghilang di telan gelap yang perlahan namun pasti mengisi tiap ruang. Tangisan seorang anak memecah hening, Aisyah mengintip dari balik jendela yang semula telah ia tutup, anak itu menangis seraya memegangi lengannya, "mama jahat, mama cubit Adek..." Teriak gadis kecil itu kepada wanita paru baya di hadapannya, lalu anak tersebut menangis kembali. Wanita itu mengusap kepala gadis berbaju putih itu, ia lantas menyamakan posisinya, "mama sayang sama adek, karena itu mama cubit adek. Biar adek ingat kalo yang adek lakuin tadi salah." Aisyah tersenyum samar. Ia seperti tengah bercerm

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN