Mendadak

1347 Kata

Pagi-pagi sekali, Adrian yang sudah terlihat rapi, berjalan dengan cepat menuju ke ruangan dimana ayah Naira dirawat. Naira tidak mengizinkannya menginap dan menemani gadisnya itu di rumah sakit. Jadi Adrian mengalah dan pulang saat waktu menunjukkan pukul sepuluh malam tadi. Dan pagi ini, seolah tidak ingin mengulur waktu, Adrian sudah berada di rumah sakit lagi.  “Kamu pulang dulu. Mandi, sarapan, kalau perlu istirahat dulu sebentar.” Naira menggelengkan kepalanya. Rupanya sifat keras kepalanya sedang kambuh saat ini. “Aku mau tungguin papah, Mas.” “Biar aku yang gantiin kamu sebentar. Nanti nggak enak kalau mamah datang, kamu masih kusut belum ganti baju belum mandi kayak gini." bujuk Adrian. Karena tidak ingin berdebat, maka Naira meraih tas kecilnya yang tergeletak di atas meja.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN